MS Kaban Serukan Persatuan Dunia Islam Hadapi Israel-AS

 MS Kaban Serukan Persatuan Dunia Islam Hadapi Israel-AS

Jakarta (Mediaislam.id) – Mantan Menteri Kehutanan MS Kaban menyampaikan khotbah Idulfitri di halaman Masjid Al Husna, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (20/3/2026).

Di hadapan ribuan jamaah, Kaban menyampaikan khutbah bertema “Ukhuwah: Sumber Kekuatan Dunia Islam”, tema yang saat ini relevan di tengah krisis geopolitik yang mengguncang dunia Islam.

Kaban mengingatkan bahwa perayaan Idulfitri tahun ini tidak bisa dipisahkan dari kondisi saudara-saudara Muslim di berbagai penjuru dunia yang masih berada dalam tekanan berat.

“Idulfitri tahun ini kita rayakan dalam bayang-bayang yang tidak bisa kita pura-pura tidak ada. Saudara-saudara kita di Gaza masih mengangkat puing-puing reruntuhan dengan tangan kosong. Dan kini, Iran berdiri di bibir jurang konflik terbuka dengan kekuatan militer terbesar di dunia,” ujarnya

Kaban mengajak jamaah merenungkan QS Al-Hujurat ayat 13 sebagai fondasi utama persaudaraan Islam. Ia menekankan bahwa seruan Allah dalam ayat tersebut ditujukan kepada seluruh umat manusia — bukan hanya kepada orang beriman atau bangsa tertentu.

“Perhatikan, Allah memulai dengan ‘Yā ayyuhan-nās’ — wahai seluruh manusia. Perbedaan suku dan bangsa bukan alasan perpecahan. Ia adalah anugerah keanekaragaman agar kita saling mengenal, saling belajar, saling melengkapi,” jelas Kaban.

Menegaskan kesamaaan memandang sisi kemanusiaan itu Kaban pun mengutip satu hadits teladan Rasulullah SAW yang berdiri menghormati jenazah seorang Yahudi, dan ketika ditanya para sahabat, menjawab: “Bukankah ia jiwa?” — sebuah standar kemanusiaan yang melampaui batas agama, suku dan kebangsaan.

Khutbah ditutup dengan doa yang mengharukan. Kaban secara khusus mendoakan saudara-saudara Muslim yang tertindas di Palestina, Suriah, dan Iran, serta memohon kepada Allah agar menyatukan barisan umat Islam di seluruh dunia.

Usai shalat dan khutbah, ribuan jamaah larut dalam suasana haru saling bersalaman, bermaaf-maafan, dan merayakan kemenangan Idul Fitri 1447 Hijriyah dengan penuh kebahagiaan.

Dalam kesempatan silaturrahmi usai pelaksanaan sholat Idulfitri kali ini, Kaban juga berkesempatan menjelaskan kembali makna substansial isi khutbahnya kepada sejumlah media yang meliput.

Kaban sempat menyebut bahwa serangan udara Israel yang didukung Amerika Serikat terhadap fasilitas-fasilitas strategis Iran telah membawa Selat Hormuz — jalur lebih dari sepertiga pasokan minyak global — ke dalam ketegangan yang belum pernah setinggi ini. Ia menegaskan bahwa perbedaan mazhab tidak boleh menjadi alasan umat Islam menutup mata terhadap penderitaan saudara seiman di Palestina.

Di sisi lain merujuk pada QS Al-A’raf ayat 96, Kaban juga menegaskan kembali bahwa ukhuwah bukan sekadar urusan perasaan. Ia memiliki konsekuensi nyata bagi kehidupan suatu bangsa dan umat.

“Berkah yang Allah janjikan adalah berkah kolektif. Jika umat Islam hari ini terpecah belah, saling mencurigai, saling menjatuhkan — jangan heran jika sumber daya alam yang melimpah di negeri-negeri Muslim tidak mampu menyejahterakan rakyatnya,” ungkapnya.

Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Ummat itu juga mengutip hadits Rasulullah SAW riwayat Bukhari dari Abdullah bin Umar, bahwa seorang Muslim tidak boleh membiarkan saudaranya teraniaya. “Diam di hadapan kezaliman yang menimpa saudara seiman bukan sikap netral — ia adalah pelanggaran ukhuwah,” katanya.

Kaban juga mengingatkan agar ummat membangkitkan kembali semangat persaudaraan Muhajirin dan Anshar di Madinah sebagai model solidaritas yang belum tertandingi peradaban manapun hingga kini. Ia mengutip QS Al-Hasyr ayat 9 tentang itsar — sikap mendahulukan kepentingan saudara di atas diri sendiri — bahkan di tengah kekurangan sendiri.

“Kaum Anshar tidak menunggu kaya dulu baru berbagi. Mereka berbagi di tengah keterbatasan mereka. Pertanyaannya untuk kita hari ini: apakah semangat itsar itu masih hidup di dada kita?” tutur Kaban.

Ia juga menyinggung kisah Talut dalam QS Al-Baqarah ayat 249 sebagai jawaban atas pesimisme umat tentang kelemahan dunia Islam hari ini.

“Al-Qur’an telah menjawab empat belas abad yang lalu: ‘Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.’ Masalah kita bukan soal jumlah dan kekuatan material. Masalah kita adalah disiplin, keyakinan, dan solidaritas,” tegasnya.

Ia menyebut tiga kunci kemenangan yang terkandung dalam ayat tersebut: lulus ujian disiplin, keyakinan yang mengalahkan logika ketakutan, dan sabar yang strategis — bukan sabar yang pasif dan menyerah.

Secara khusus Kaban menyampaikan lima catatan penting untuk dibawa pulang jamaah, yaitu:

Pertama, memuliakan sesama manusia tanpa memandang suku, partai, atau mazhab. Kedua, menjadi berkah nyata bagi lingkungan terdekat — tetangga, yatim, dan kaum lemah. Ketiga, mempraktikkan itsar — mendahulukan kepentingan saudara.

Lalu keempat, menolak menjadi bagian dari perpecahan umat, termasuk di ruang digital. Dan kelima, tidak berpaling dari saudara-saudara yang tertindas di Palestina, Suriah, Iran, dan di berbagai penjuru dunia.

“Ukhuwah bukan slogan. Ia adalah amal. Dan amal dimulai dari yang paling dekat — dari tetangga kita, dari lingkungan kita, dari sini,” pungkas Kaban. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 8 =