Masjid Ramah Pemudik Mulai Beroperasi di Jalur Pantura

 Masjid Ramah Pemudik Mulai Beroperasi di Jalur Pantura

Subang (Mediaislam.id)–Kementerian Agama menyiagakan 6.859 masjid di berbagai wilayah Indonesia sebagai Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik Lebaran 2026. Program ini ditujukan untuk memberikan layanan istirahat yang aman dan nyaman bagi para musafir yang menempuh perjalanan jauh.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, meninjau langsung kesiapan program tersebut di sejumlah titik jalur Pantura pada Minggu (15/3/2026). Titik awal peninjauan dilakukan di Masjid Jami Nurul Muqarrobin yang menjadi salah satu masjid ramah pemudik di jalur nasional Pantura.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke KUA Sukra untuk melihat kesiapan posko mudik, kemudian ke Vihara Budhi Asih sebagai bagian dari program rumah ibadah ramah pemudik lintas agama, dan ditutup di Masjid Jami An-Nur.

Abu mengatakan, program Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari upaya menghadirkan fungsi sosial masjid yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, perjalanan panjang sering membuat pemudik membutuhkan tempat singgah yang nyaman sekaligus memungkinkan mereka tetap menjalankan ibadah dengan baik.

“Secara rasional, masjid sebenarnya tempat paling nyaman untuk singgah ketika orang melakukan perjalanan jauh. Tetapi selama ini kita jarang menjadikan masjid sebagai destinasi utama untuk beristirahat,” ujar Abu saat meninjau layanan di Masjid Jami Nurul Muqarrobin, Subang.

Ia menjelaskan, kehadiran masjid sebagai tempat singgah tidak hanya memberi kenyamanan bagi pemudik, tetapi juga memiliki nilai dakwah. Dengan singgah di masjid, para musafir diharapkan tetap dapat menjalankan ibadah, termasuk salat di tengah perjalanan.

Menurutnya, program ini juga mendorong pengelola masjid meningkatkan kualitas layanan kepada jamaah dan masyarakat umum. Fasilitas seperti tempat wudu, kamar mandi, hingga area istirahat diharapkan terjaga kebersihan dan kenyamanannya sehingga para pemudik merasa diterima dengan baik.

“Kalau orang singgah di masjid, mereka tidak hanya beristirahat, tetapi juga diingatkan untuk tetap melaksanakan ibadah. Di situlah nilai dakwahnya,” kata Abu.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan, program ini merupakan implementasi dari prioritas Kementerian Agama dalam pemberdayaan rumah ibadah. Menurutnya, rumah ibadah memiliki potensi besar untuk memberikan pelayanan sosial bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, Kementerian Agama memiliki jaringan rumah ibadah yang sangat luas di seluruh Indonesia. Potensi tersebut perlu dioptimalkan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat, terutama pada momentum arus mudik Lebaran.

“Program Masjid Ramah Pemudik ini merupakan bagian dari implementasi program pemberdayaan rumah ibadah. Kita ingin menunjukkan bahwa rumah ibadah dapat memberikan layanan nyata kepada masyarakat,” ujar Arsad.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini terlihat dari partisipasi ribuan masjid di berbagai daerah yang secara sukarela membuka layanan bagi pemudik. Beberapa di antaranya bahkan menyediakan fasilitas tambahan seperti air minum, tempat istirahat, hingga takjil bagi musafir yang singgah.

Salah seorang pemudik, Nopi (36), warga Cinere, Depok, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan masjid ramah pemudik di jalur Pantura. Ia singgah di Masjid Jami Nurul Muqarrobin saat melakukan perjalanan menuju Tegal, Jawa Tengah.

Nopi berangkat dari Depok sekitar pukul 05.30 WIB bersama keluarganya dan memilih berhenti sejenak di masjid untuk beristirahat. Ia menilai masjid menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman dibandingkan lokasi singgah lainnya di tengah perjalanan.

“Saya merasa terbantu sekali dengan adanya masjid yang dibuka untuk pemudik. Kita bisa istirahat dengan tenang, apalagi kalau bawa anak kecil,” ujar Nopi.

Menurutnya, fasilitas yang tersedia di masjid cukup memadai untuk melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan. Ia berharap program masjid ramah pemudik terus dilanjutkan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik jarak jauh.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + seventeen =