Pecinta Al-Aqsha Kutuk Keras Penutupan Majid Al-Aqsha
Kompleks Masjid Al Aqsha.
Jakarta (Mediaislam.id )– Ketua Pecinta Al-Aqsha, KH Shabri Lubis, mengutuk keras atas penutupan Masjid Al-Aqsha oleh penjajah Zionis Israel yang terjadi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Kiai Shabri mengatakan, akibat penutupan tersebut menyebabkan tidak ada aktivitas ibadah di kawasan masjid, termasuk salat lima waktu berjamaah, salat Jumat, maupun salat Tarawih.
“Tanah suci ketiga umat Islam itu menjadi sunyi pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Tidak ada salat, tidak ada salat Jumat, dan tidak ada salat Tarawih karena Masjid Al-Aqsha ditutup oleh Zionis Israel,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, alasan yang disampaikan Israel karena situasi darurat adalah mengada-ada. Ia menilai alasan tersebut tidak konsisten karena hanya kawasan Masjid Al-Aqsha yang ditutup, sementara area di sekitarnya tidak berada dalam status darurat.
Kiai Shabri menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsha memiliki kedudukan yang sangat penting bagi umat Islam. Selain sebagai kiblat pertama umat Islam, masjid tersebut juga merupakan salah satu dari tiga masjid suci yang memiliki keutamaan dalam ajaran Islam, bersama Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Bahkan, menurutnya, Masjid Al-Aqsha merupakan masjid tertua kedua di muka bumi.
Namun demikian, ia menilai penutupan tersebut belum mendapatkan respons yang kuat dari dunia Islam.
“Penutupan Masjid Al-Aqsha ini tidak menggerakkan kaum Muslimin secara luas. Bahkan otoritas wakaf Yordania dan negara tetangga seperti Mesir juga terlihat diam. Pertanyaannya, ke mana kaum Muslimin?” kata Kiai Shabri.
Ia juga menyinggung sikap pemerintah Indonesia yang menurutnya perlu lebih tegas dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Menurutnya, sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia seharusnya berada di garis depan dalam membela Palestina.
“Indonesia seharusnya mengambil langkah konkret untuk membantu kemerdekaan Palestina, bukan justru membuka peluang hubungan diplomatik atau kerja sama bisnis dengan Israel,” ujarnya.
Selain itu, Kiai Shabri memperingatkan adanya rencana kelompok Zionis untuk merombak kawasan Masjid Al-Aqsha, termasuk ancaman terhadap Qubbatu Sakhra (Dome of the Rock) yang disebut-sebut ingin digantikan dengan pembangunan Kuil Solomon.
Karena itu, ia mengajak umat Islam di Indonesia untuk meningkatkan perhatian terhadap kondisi yang terjadi di Al-Aqsha.
“Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk mengawal dan memusatkan perhatian pada kondisi Masjid Al-Aqsha yang saat ini ditutup oleh Zionis Israel, serta ancaman terhadap Masjid Qubbatu Sakhra,” katanya.
Selain itu, ia juga menyerukan agar masyarakat menolak segala upaya normalisasi hubungan dengan Israel yang menurutnya bertentangan dengan prinsip konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan.
“Hubungan dengan pihak penjajah bertentangan dengan amanat konstitusi. Karena itu, umat Islam harus terus menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina,” pungkasnya. []
