Embarkasi “Grand El Hajj” Diresmikan, Banten Kini Berangkatkan Haji dari Daerah

 Embarkasi “Grand El Hajj” Diresmikan, Banten Kini Berangkatkan Haji dari Daerah

Tangerang (Mediaislam.id)–Keberangkatan haji jemaah Provinsi Banten tahun 2026 dipastikan lebih efisien. Penetapan Asrama Haji “Grand El Hajj” Banten sebagai embarkasi dinilai mampu memangkas waktu persiapan hingga 4–6 jam sebelum terbang ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Banten, Dr. H. Samsudin, M.M., M.Pd., mengatakan, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah, khususnya lansia dan kelompok berisiko tinggi.

Penetapan embarkasi diumumkan dalam Konsolidasi Perhajian dan Umrah Embarkasi Provinsi Banten di Grand El Hajj, Kota Tangerang, Selasa (3/3/2026) yang dihadiri Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Keberangkatan dari Asrama Haji Banten membuat waktu tempuh persiapan lebih singkat, sehingga jemaah bisa beristirahat lebih lama dan mengurangi kelelahan,” ujar Samsudin.

Secara infrastruktur, Asrama Haji “Grand El Hajj” Banten kini mampu menampung 864 jemaah atau dua kelompok terbang (kloter). Kapasitas tersebut tercapai setelah rampungnya pembangunan gedung keempat pada 2025 setinggi delapan lantai dengan 118 kamar berdaya tampung 466 jemaah.

Data Kanwil mencatat, jumlah jemaah haji asal Banten pada 2026 direncanakan sebanyak 8.995 orang. Sebelumnya, tercatat 10.205 jemaah pada 2024 dan 9.358 jemaah pada 2025.

Sementara jemaah umrah terus menunjukkan tren meningkat, dari 77.225 orang pada 2024 menjadi 84.794 orang pada 2025, dan 18.425 orang hingga awal 2026.

Meski telah resmi menjadi embarkasi, masih terdapat pekerjaan rumah, yakni pembangunan masjid dan penyempurnaan lahan parkir. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menghibahkan Rp22 miliar untuk pengerasan parkir.

sementara Pemprov Banten mengalokasikan Rp10 miliar untuk pengecoran jalan. Kemudian pembangunan masjid senilai Rp15 miliar pada 2027.

Samsudin menegaskan, sinergi pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memastikan pelayanan haji di Banten berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam sambutannya menegaskan Asrama Haji Banten menjadi salah satu pilot project karena tingginya trafik jemaah melalui Bandara Soekarno-Hatta yang mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 jemaah per hari.

“Asrama Haji Banten ini adalah salah satu pilot project karena trafik jemaah kita yang melalui Soekarno-Hatta itu tinggi sekali, sekitar 3.000 sampai 4.000 jemaah per hari. Di sini fasilitasnya lengkap, ada miniatur Kakbah, tempat tawaf, dan lintasan sai untuk manasik,” ungkapnya.

Ia mengingatkan keberhasilan atau kegagalan penyelenggaraan haji di Banten, baik saat keberangkatan maupun pemulangan, akan menjadi bagian dari evaluasi besar terhadap kinerja kementerian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Dahnil menegaskan penyelenggaraan haji bukan hanya tugas satu kementerian, melainkan melibatkan banyak institusi, termasuk Imigrasi dalam pengurusan visa dan paspor ratusan jemaah.

Dengan beroperasinya Embarkasi Haji Banten, pemerintah berharap pelayanan kepada jemaah semakin efektif, efisien, dan lebih baik dibandingkan sebelumnya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + 5 =