Ratusan Warga Tunaikan Shalat Tarawih di Masjid Tjia Kang Ho Pekayon
Salat Tarawih di Masjid Tjia Kang Ho, Pekayon, Pasar Rebo, Jaktim. (Foto: beritajakarta)
Jakarta (Mediaislam.id) – Hari kedua Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Tjia Kang Ho yang berada di Jalan Haji Abdul Soleh, RT 02/07, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, ramai dikunjungi masyarakat untuk beribadah.
Di masjid bernuansa China itu, selain melaksanakan salat fardhu, warga juga melaksanakan ibadah sunah seperti Salat Tarawih.
Sebagai informasi, Masjid Tjia Kang Ho yang berdiri di atas lahan seluas 793 meter persegi dengan luas bangunan 297,5 meter persegi ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Masjid yang mulai dibangun pada 8 Oktober 2022 tersebut dikenal memiliki arsitektur unik bernuansa China.
Bangunan masjid mengadopsi desain khas China yang menyerupai klenteng, baik dari segi warna maupun bentuk bangunan. Pada bagian atas terdapat lima pagoda, sementara atap utama terdiri atas tiga susun yang melambangkan tiga pilar utama ajaran Islam, yakni iman, Islam, dan ihsan sebagai landasan dalam menjalankan kehidupan beragama.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Tjia Kang Ho, Muhammad Wildan Hakiki mengatakan, meskipun tergolong masjid baru, jumlah jamaah yang mengikuti Salat Tarawih maupun iktikaf setiap Ramadan cukup tinggi. Ramadan 1447 Hijriah menjadi tahun ketiga penyelenggaraan Salat Tarawih di masjid tersebut.
“Alhamdulillah, jumlah jamaah saat Salat Tarawih biasa penuh, mencapai lebih dari 150 orang dari berbagai usia,” ujarnya, Jumat (20/02), dilansir dari Beritajakarta.
Wildan mengajak seluruh umat Islam untuk memperbanyak ibadah Ramadan serta senantiasa berbuat kebaikan.
“Bulan Ramadan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian atau berbagi kepada sesama,” terangnya.
Imam Masjid Tjia Kang Ho, Alldi Nugraha menambahkan, mayoritas jamaah saat ini justru banyak datang dari luar wilayah Kelurahan Pekayon.
“Banyak yang datang karena penasaran dengan bentuk masjid yang menyerupai klenteng. Bahkan, masih ada yang tidak percaya bahwa bangunan ini adalah masjid sebelum melihat langsung dari dalam,” bebernya.
Ia menuturkan, masjid bergaya arsitektur Tionghoa tersebut berdiri di tengah permukiman warga keturunan Tionghoa dengan tingkat toleransi antarumat beragama yang tinggi.
“Ada sekitar 40 warga keturunan Tionghoa di sekitar masjid telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam,” ucapnya.
Salah seorang warga, Ismail (51) mengaku sengaja datang dari Cibubur untuk melaksanakan Salat Isya dan Tarawih di Masjid Tjia Kang Ho karena tertarik dengan keunikan arsitekturnya.
“Saya penasaran karena banyak yang bercerita tentang masjid ini. Alhamdulillah, jamaahnya ramai dan pelaksanaan ibadah berlangsung tertib,” tandasnya.[beritajakarta]
