Wantim MUI Minta Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Afiliasi Israel

 Wantim MUI Minta Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Afiliasi Israel

KH Muhyiddin Junaidi

Bogor (Mediaislam.id) – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) menyatakan penolakan tegas terhadap pemberian izin operasional kepada perusahaan yang terafiliasi dengan Israel di Indonesia.

Wakil Wantim MUI KH Muhyiddin Junaidi menilai kebijakan tersebut dinilai kontra produktif dan bertentangan dengan komitmen internasional yang pernah disepakati Indonesia.

“Kebijakan tersebut sangat kontra produktif dan secara kasat mata melanggar hasil Extraordinary Summit OKI tahun 2016 yang diselenggarakan di Jakarta tentang penerapan embargo terhadap negara Zionis Israel,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (17/2/2026).

Ia menambahkan, keputusan tersebut berpotensi merusak citra Indonesia di dunia internasional, terutama di tengah meningkatnya sorotan global terhadap konflik di Palestina.

Kiai Muhyiddin juga menyinggung langkah International Criminal Court (ICC) yang telah mengeluarkan mandat penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel terkait kejahatan genosida terhadap bangsa Palestina di Gaza.

“Di saat dunia internasional, termasuk ICC, telah mengambil langkah tegas, Indonesia justru tidak boleh mengambil kebijakan yang dapat ditafsirkan sebagai bentuk kelonggaran terhadap entitas yang terafiliasi dengan Israel,” tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar izin tersebut segera dicabut dan dibatalkan demi menjaga konsistensi konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan.

“Konstitusi kita jelas menolak penjajahan di atas bumi ini. Pemerintah Indonesia yang selama ini berada di garda terdepan membela Palestina tidak seharusnya mengorbankan kedaulatan dan jati diri bangsa dengan memberikan konsesi tersebut,” katanya.

Ia menilai masih banyak perusahaan multinasional lain yang lebih kredibel dan tidak memiliki keterkaitan dengan konflik kemanusiaan, sehingga tidak ada urgensi untuk memberikan ruang kepada perusahaan Israel.

“Dunia saat ini sudah semakin sadar dan muak dengan arogansi Zionis dan kepongahannya dalam menindas bangsa Palestina dengan mengekploitasi AS sebagai penyelamat Yahudi global,” jelasnya.

Dalam pernyataannya, Kiai Muhyiddin juga menyinggung dinamika geopolitik global. Ia menyebut dunia internasional semakin kritis terhadap sikap dan kebijakan pemerintah Israel dalam konflik Palestina.

Menurutnya, sejumlah kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah kerap dikaitkan dengan tekanan politik dari Israel, termasuk dalam konteks ketegangan dengan Iran.

“Beberapa invasi militer AS ke negara-negara Islam yang berdaulat dilakukan atas tekanan dari petinggi Israel, bahkan dalam kondisi ekonomi AS yang terus melemah dan demo demostik meluas. Sementara itu, PM Israel masih ngotot menekan Presiden Donald Trump agar melakukan serangan militer ke Iran,” jelasnya.

Kiai Muhyiddin menilai, situasi global saat ini sangat sensitif. Karena itu Indonesia harus berhati-hati dan tetap konsisten dengan sikap politik luar negeri bebas aktif yang berpihak pada keadilan dan kemanusiaan.

Mantan Wakil Ketua Umum MUI itu menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina merupakan amanat konstitusi sekaligus komitmen moral bangsa.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat membatalkan kebijakan tersebut demi menjaga kehormatan dan posisi Indonesia di mata dunia. “Indonesia harus tetap konsisten membela kemerdekaan dan hak asasi bangsa Palestina. Jangan sampai kebijakan ekonomi justru bertentangan dengan sikap politik dan moral yang selama ini kita perjuangkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikabarkan memberikan izin konsesi panas bumi di Pulau Halmahera kepada perusahaan yang memiliki keterkaitan kuat dengan sistem ekonomi Israel.

Kementerian ESDM resmi menetapkan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada 12 Januari 2026.

PT Ormat Geothermal Indonesia merupakan perusahaan yang dikendalikan Ormat Technologies, perusahaan yang dibangun di atas jaringan teknik, manufaktur, dan modal Israel. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =