Seruan Ulama untuk Bela Masjidil Aqsha
Ilustrasi: Aksi kekerasan polisi Israel di Komplek Al-Aqsha.
Yerusalem (Mediaislam.id) – Ulama Masjid Al-Aqsha, Syekh Ikrima Shabri, menyerukan negara-negara Arab dan Muslim untuk mengambil sikap tegas dalam membela Yerusalem dan Masjid Al-Aqsha. Ia memperingatkan bahwa pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu tengah menjalankan rencana agresif terhadap situs suci tersebut.
Dalam pernyataan pers, Shabri mengungkap bahwa otoritas pendudukan melarang puluhan pemuda memasuki masjid selama Ramadan serta membatasi akses jamaah dari Tepi Barat. Kebijakan itu menyebabkan penurunan signifikan jumlah jamaah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai bagian dari proses Yahudisasi Yerusalem, termasuk pengepungan administratif terhadap Masjid Al-Aqsha serta tekanan di kawasan Silwan dan Sheikh Jarrah.
Menurutnya, kelompok pemukim ekstremis bahkan menuntut pelaksanaan ritual keagamaan di halaman masjid, termasuk meniup shofar dan melakukan sujud berjamaah—tindakan yang dinilai sebagai provokasi dan pelanggaran terhadap status quo historis.
Data dari Pusat Informasi Palestina mencatat 12.136 pemukim menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha sepanjang Januari 2026, termasuk Menteri Keamanan Nasional Israel yang kontroversial, Itamar Ben-Gvir, pada 13 Januari.
Shabri menegaskan bahwa kebijakan penghancuran identitas Arab dan Islam di Yerusalem merupakan kelanjutan dari pola kolonial yang panjang dan rasis. Ia menyerukan solidaritas internasional untuk menghentikan apa yang ia gambarkan sebagai upaya sistematis mengosongkan masjid dari jamaahnya.
Bagi warga Yerusalem Timur, pembatasan itu bukan sekadar kebijakan keamanan. Ia menyentuh identitas, sejarah, dan keyakinan mereka. Setiap larangan masuk berarti hilangnya hak beribadah di tanah yang mereka anggap suci selama berabad-abad.
sumber: infopalestina
