Lebih dari 72 Ribu Korban Gugur di Gaza, Genosida Belum Bisa Dihentikan

 Lebih dari 72 Ribu Korban Gugur di Gaza, Genosida Belum Bisa Dihentikan

Ilustrasi: Warga Gaza yang terbunuh di luar Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah, bagian dari Jalur Gaza tengah. [AP Photo]

Gaza (Mediaislam.id) – Jumlah korban gugur syahid akibat agresi penjajah Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menembus 72.027 orang, dengan 171.651 lainnya terluka, menandai salah satu tragedi kemanusiaan paling mematikan dalam sejarah Gaza modern. Angka tersebut diumumkan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan dan runtuhnya sistem kesehatan secara menyeluruh.

Dalam laporan statistik hariannya, Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa rumah sakit di Jalur Gaza menerima dua jenazah dan 25 korban luka dalam 24 jam terakhir, akibat serangan udara Israel yang masih terus berlanjut. Situasi ini diperparah oleh keterbatasan akses tim medis ke wilayah-wilayah yang menjadi sasaran pemboman intensif.

“Kami menghadapi kondisi yang sangat sulit. Banyak korban yang tidak dapat dijangkau tepat waktu,” demikian pernyataan otoritas kesehatan setempat, pada Sabtu (7/2).

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan dan tergeletak di jalanan, sementara ambulans dan tim pertahanan sipil tidak mampu menjangkau lokasi akibat kehancuran infrastruktur dan serangan yang belum berhenti. Gambaran ini memperlihatkan penderitaan warga sipil yang terjebak tanpa perlindungan, di tengah pembatasan ketat dan pengepungan berkepanjangan.

Sejak sehari setelah diumumkannya gencatan senjata pada 11 Oktober, Kementerian Kesehatan mencatat 576 orang tewas dan 1.543 lainnya terluka, selain 717 jenazah yang berhasil ditemukan. Data ini mencerminkan bahwa kehilangan nyawa terus terjadi meski gencatan senjata telah diberlakukan secara formal.

Kementerian juga mengumumkan penambahan 174 martir ke dalam angka kumulatif, setelah proses verifikasi dan persetujuan resmi oleh Komite Akreditasi Martir, yang mencakup periode 30 Januari hingga 6 Februari 2026. Otoritas kesehatan menekankan bahwa angka yang diumumkan hanya mencakup korban yang berhasil mencapai rumah sakit, sementara banyak daerah masih sulit diakses, memicu kekhawatiran bahwa jumlah korban jiwa sebenarnya jauh lebih besar.

Bagi warga Gaza, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap nama, terdapat keluarga yang tercerai-berai, anak-anak yang kehilangan orang tua, dan generasi yang tumbuh di tengah trauma perang.

Komunitas internasional semakin lantang mengecam operasi militer Israel di Gaza, yang oleh banyak organisasi hak asasi manusia dan pakar hukum internasional dikategorikan sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional, termasuk dugaan kejahatan perang dan genosida. Namun, hingga kini, serangan masih berlanjut, sementara jutaan warga Gaza hidup di ambang kelaparan, penyakit, dan kehancuran total.

sumber: infopalestina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 − 2 =