Beda dengan MUI, Gus Yahya Sebut Inisiatif RI Masuk Dewan Perdamaian Gaza Krusial bagi Palestina
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/01/2026)
Jakarta (Mediaislam.id) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, inisiatif Indonesia masuk dalam forum Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian Gaza merupakan langkah krusial dalam memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina. Pandangan ini berbeda dengan yang disampaikan sejumlah petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Keberadaan Indonesia tidak boleh tinggal diam, tidak boleh tidak ikut serta, di dalam inisiatif itu tentu saja untuk kepentingan membantu bangsa Palestina,” ujar Gus Yahya, sapaan akrabnya, di Jakarta, Sabtu (31/01/2026).
Gus Yahya mengatakan, meskipun terdapat perbedaan pandangan dari sejumlah elemen terkait inisiatif internasional itu, tetapi baginya, saat ini belum tersedia alternatif platform lain yang dapat digunakan untuk mengonsolidasikan upaya perdamaian Palestina secara global.
“Sebagian orang mungkin tidak setuju dengan Board of Peace itu mengenai sejumlah elemen-elemen atau dimensinya, tetapi persoalannya adalah bahwa saat ini belum ada alternatif platform membangun satu upaya internasional dengan konsolidasi internasional untuk perdamaian Palestina,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa inisiatif tersebut sejauh ini menjadi satu-satunya wadah yang muncul untuk menggalang dukungan internasional, sementara opsi lain belum tersedia. Oleh karena itu, Indonesia tidak boleh diam dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Menurut dia, keterlibatan Indonesia dalam upaya tersebut semata-mata ditujukan untuk kepentingan kemanusiaan dan dukungan terhadap bangsa Palestina.
“Keikutsertaan Indonesia tentu saja untuk membantu bangsa Palestina, bukan untuk kepentingan yang lain,” ujarnya.
Sehari sebelumnya, saat konferensi pers di Gedung PBNU, Gus Yahya juga menyebut bahawa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang diinisiasi Amerika Serikat merupakan keputusan tepat untuk terus membantu Palestina.
“Keputusan Presiden (Prabowo) untuk bergabung dalam Board of Peace ini, saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina,” ujar Gus Yahya, Jumat (30/01) seperti dilansir ANTARA.
Gus Yahya mengakui keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace pasti bakal dipandang kontroversial oleh berbagai kalangan. Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berhenti dalam upaya mendukung Palestina.
Tantangannya, kata dia, adalah menentukan cara paling efektif untuk memberikan dukungan tersebut agar rakyat Palestina memiliki kesempatan membangun masa depan mereka sendiri.
Menurut Yahya, saat ini dunia berada dalam dinamika internasional yang penuh ketidakpastian, dengan berbagai kepentingan global dari Amerika Serikat, China, Rusia, hingga negara-negara Eropa yang saling berkompetisi.
