DKI Lakukan Pembatasan Gawai di Sekolah, Hasilnya Siswa Lebih Fokus Belajar
Ilustrasi
Jakarta (Mediaislam.id) – Sebagai upaya melindungi anak khususnya peserta didik dari risiko negatif ketika menggunakan gawai secara tidak bijak, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor e-0001/SE/2026 tentang Pemanfaatan Gawai Dengan Bijak di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Melalui kebijakan ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta membatasi pemanfaatan gawai selama jam sekolah berlangsung di seluruh lingkungan satuan pendidikan.
Selama berada dalam lingkungan satuan pendidikan, seluruh gawai baik “smartphone”, “smartwatch”, tablet, laptop maupun bentuk lainnya dinonaktifkan atau diubah ke metode hening dan dikumpulkan pada tempat penyimpanan yang disediakan oleh satuan pendidikan.
Sementara untuk mengampu pelajaran yang membutuhkan penggunaan gawai, satuan pendidikan akan menyediakan alternatif sarana pembelajaran digital.
Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana menegaskan, kebijakan pemanfaatan gawai secara bijak bukan sebagai larangan penuh terhadap penggunaan gawai dalam bentuk apapun.
Kebijakan tersebut, kata dia, sebagai pencegahan berbagai risiko negatif seperti kecanduan digital, perundungan digital, dampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik anak serta terganggunya proses belajar dan tidak terjalinnya hubungan bermakna dengan warga sekolah.
Nahdiana mengungkapkan, pembatasan penggunaan gawai (gadget) termasuk telepon seluler (HP) di lingkungan satuan pendidikan bisa membuat murid merasa lebih fokus belajar.
Hal tersebut merujuk pada hasil survei yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta pada tahun 2025 terhadap 70 satuan pendidikan yang sudah melakukan pembatasan penggunaan gawai.
“Didapatkan lebih dari 60 persen murid merasa pembatasan gawai membuat mereka lebih fokus belajar,” kata Nahdiana, Selasa (20/01/2026).
Nahdiana menyampaikan, hasil diskusi kelompok terarah (FGD) yang dilakukan Disdik dengan perwakilan murid SMP dan SMA juga menguatkan temuan survei.
Menurut dia, hari tanpa gawai menjadi pengalaman yang menyenangkan dan memanusiakan para siswa karena memungkinkan mereka untuk lebih bisa melihat, merasakan dan terhubung dengan lingkungan sekitarnya.
