Gerakan Perlawanan Ingatkan Warga Gaza Tingkatkan Kewaspadaan

 Gerakan Perlawanan Ingatkan Warga Gaza Tingkatkan Kewaspadaan

Ilustrasi: Anggota sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam.

Gaza (Mediaislam.id) – Otoritas Keamanan Perlawanan di Jalur Gaza pada Rabu (19/11) mengeluarkan peringatan keamanan baru di tengah situasi yang memburuk dalam beberapa jam terakhir. Peringatan itu menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap langkah-langkah pencegahan, menyusul meningkatnya indikator aktivitas pengawasan bermusuhan di wilayah yang terus diguncang serangan Israel.

Dalam pernyataan resminya, otoritas keamanan menegaskan bahwa rekomendasi yang dikeluarkan platform Guardian dari Resistance Security merupakan bagian dari peningkatan kesiagaan tersebut. Rekomendasi itu mencakup kewajiban meningkatkan kehati-hatian dalam pergerakan dan penampilan publik, serta merespons secara serius setiap perubahan pada pola penerbangan atau aktivitas pergerakan di Gaza. Laporan lapangan menegaskan perlunya “kehati-hatian maksimal” guna mencegah kemungkinan penargetan oleh pasukan Israel.

Rekomendasi ini juga menekankan urgensi berhati-hati terhadap komunikasi yang tidak tepercaya, meminimalkan penggunaan perangkat elektronik, serta menghindari penggunaan gawai pribadi atau membuka aplikasi yang tidak diperlukan—langkah yang penting mengingat intensitas pemantauan dan penyadapan yang terus meningkat.

Komite Keamanan Perlawanan menegaskan bahwa disiplin, kewaspadaan, dan kepatuhan terhadap praktik keamanan yang baik adalah garis pertahanan pertama terhadap upaya penargetan yang dilakukan Israel. Mereka menjelaskan bahwa menaati prosedur umum dapat secara signifikan mengurangi kemungkinan terpapar bahaya, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan risiko tinggi pemantauan dan serangan.

Di Tengah Kejahatan Israel yang Terus Meluas

Peringatan ini muncul di tengah terus berlanjutnya kejahatan Israel sejak 7 Oktober 2023, yang dilakukan dengan dukungan penuh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Kejahatan tersebut meliputi pembunuhan, kelaparan, perusakan, pemindahan paksa, serta penangkapan sewenang-wenang, meski desakan internasional dan putusan Mahkamah Internasional telah menuntut diakhirinya tindakan genosida di Gaza.

Akibat serangan yang tak kunjung berhenti, lebih dari 239.000 warga Palestina menjadi korban tewas dan luka-luka, sebagian besar anak-anak dan perempuan. Selain itu, lebih dari 11.000 orang dinyatakan hilang, sementara ratusan ribu lainnya terus mengungsi dalam kondisi yang sangat tragis. Krisis kemanusiaan semakin diperburuk oleh kelaparan akut yang telah merenggut banyak nyawa, terutama anak-anak yang paling rentan terhadap kekurangan gizi ekstrem.

Peringatan keamanan ini menambah kecemasan warga Gaza yang telah hidup di bawah ancaman serangan dan pemantauan agresif selama berbulan-bulan. Tekanan internasional terhadap Israel terus meningkat, namun pelanggaran dan kejahatan perang tetap berlangsung, meninggalkan rakyat Gaza dalam kondisi penuh ketidakpastian dan ancaman yang terus membayangi.

sumber: infopalestina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =