Mengenal Persalinan Metode PAZ Maryam
Yogyakarta, Mediaislam.id–Sebut saja namanya Indah (26), berprofesi dokter tinggal di Bantul, Yogyakarta. Inda bertekad kuat melahirkan anak ketiga dengan cara normal. Anak pertama dan kedua Indah lahir melalui proses caesar.
Indah mengaku, kelahiran anak pertama dan kedua tidak memiliki kesiapan ilmu persalinan. Saat itu, bayi nya terlambat lahir karena air ketuban sudah keluar.
“Akhirnya mau tidak mau, bayi harus dilahirkan secara caesar,” ujar Indah ketika ditemui di kliniknya di Bantul, Yogyakarta, Sabtu (11/11/2023).
Selang empat bulan melahirkan anak pertama, Indah hamil anak kedua. Kondisinya sama dengan kelahiran anak pertama.
Kemudian, pada kelahiran anak ketiga Indah meniatkan untuk persalinan normal. “Ketika hamil lagi saya dan suami langsung berpikir mempersiapkan hal yang mendukung untuk rencana lahir normal,” kata Indah.
Kemudian, Indah mendatangi seorang dokter spesialis di Yogya. Ia menceritakan keinginan melahirkan normal. Bukannya didukung, ia malah dimarahi.
“Sudah dua kali caesar kok mau (lahiran) normal,” begitu kata sang dokter spesialis.
Tak patah arang, Indah akhirnya mendatangi bidan Yulia Himawati yang saat itu masih bekerja di sebuah klinik di Sleman. Oleh bidan Yulia, Indah diajarkan gerakan-gerakan khusus dan dibekam
Indah akhirnya melahirkan di sebuah rumah sakit di Yogyakarta secara normal. “Ternyata Allah mengizinkan saya bisa melahirkan normal,” ujar Indah.
Bidan Yulia memberitahu bahwa gerakan-gerakan yang dia ajarkan itu adalah terapi Pengobata Akhir Zaman (PAZ) Maryam. Indah pun akhirnya mengikuti pelatihan basic dan upgrading PAZ Al Kasaw.
Baca juga: PAZ Al Kasaw, Hidden Gem Pengobatan Alternatif
Indah hamil anak keempat. Ia semakin mantap melahirkan dengan cara normal kembali.
Terinspirasi Siti Maryam
Metode persalinan berdasarkan Al-Qur’an surat maryam ayat 22 hingga 26 ini, pertama kali diperkenalkan oleh Ustaz Haris Moedjahid, penemu metode PAZ Al Kasaw.
Baca juga: Kisah Penemu PAZ Al Kasaw, 15 Tahun Mengembara Belajar 50 Metode Pengobatan
Berdasarkan firman Allah SWT disebutkan Maryam yang hamil tanpa suami berada dalam kondisi sendiri dan dikucilkan. Namun atas bimbingan Malaikat Jibril yang mendapat perintah Allah SWT, Maryam dapat melahirkan Isa As dengan selamat.
Pada Al-Qur’an disebutkan, Malaikat Jibril membimbing Maryam agar berdiri sambil mengguncang pohon kurma. Hingga buah kurmanya jatuh kemudian diambil, dicuci dan dimakan. Dalam tinjauan medis saat badan tertarik oleh pohon kurma. Kontraksi menjadi lebih kuat namun tidak terasa sakit.
Posisi berdiri membantu bayi cepat lahir karena dibantu oleh gaya gravitasi.
Metode PAZ Maryam sudah banyak dikembangkan, salah satunya di Klinik Pratama D’Maryam Kraton, Kota Yogyakarta. Founder Klinik Pratama D’Maryam adalah bidan Yulia Himawati yang membantu edukasi kelahiran anak ketiga Indah.
Bidan Yulia mengatakan, metode persalinan PAZ Maryam ini sangat membantu para ibu melahirkan. Persalinan PAZ Maryam ini diklaim berjalan lancar, tanpa perlu jahitan serta meminimalisir trauma pada ibu.
“PAZ Maryam ini mengkondisikan melahirkan mudah, seperti BAB (buang air besar). Serta tanpa ada robekan dan jahitan,” ujar bidan Yulia di Yogyakarta, Sabtu (11/11/2023).
Menurut bidan Yulia, hingga berita ini terbit, di kliniknya sudah lebih 500 pasien yang merasakan manfaat melahirkan melalui metode PAZ Maryam.
Seperti apa metode persalinan PAZ Maryam? Berikut video wawancara dengan bidan Yulia, klik di sini.
