Melangkah di Jalan Kebenaran

 Melangkah di Jalan Kebenaran

Ilustrasi

TERUSLAH melangkah walau terkadang merasa payah, teruslah melangkah ketika raga mulai lelah dan teruslah melangkah ketika harus berdarah-darah, pantang mundur walau jiwa merasa hancur, pantang mengendur walau harus babak belur, sekiranya nasi sudah menjadi bubur, sekecil apa pun yang terjadi ada dalam pengawasan Sang Maha Pengatur.

Sakit dan lelahmu berbuah surga, perih dan gelisahmu jadi ladang pahala, duka dan deritamu sebagai penggugur dosa, pahit dan kecewamu adalah kesempatan pengabulan doa. Sebagaiman yang disabdakan Rasulullah Saw yang artinya, “Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR Ahmad dan Al-Bukhari dari Abu Hurairah dari Abu Hurairah).

Rasulullah Saw pun bersabda, “Senantiasa ujian itu menerpa Mukmin dan Mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaaan tidak mempunyai dosa.” (HR Ahmad dan At- Tirmidzi).

Jika kita memahami segala yang menyesakkan dada adalah bagian dari skenario Allah SWT maka dirinya akan semakin pasrah dan ridha. Semua alur sudah diatur, tugas kita bersabar dan bersyukur. Hidup bak sandiwara, kisah suka dan duka akan jadi warna berbaik sangka saja dengan Sang Maha Bijaksana yang akan memilihkan keadaan terbaik untuk hambanya.

Jangan mudah terjeda dari menjalankan amanah, sepelik apa pun kita berjumpa masalah. Membangun jiwa-jiwa yang tegar kala hidup di jalan yang benar hingga akhirnya kita semua berkumpul di padang mahsyar. Mental pejuang dakwah harus ada sehingga langkah tak mudah terjeda rasa tak nyaman berganti bahagia, karena Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat at-Taubah ayat 40, “….La tahzan innallaha ma’ana. Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”[]

Murtiningsih, Muslimah tinggal di Depok, Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *