Masjid Quba: Masjid Pertama yang Dibangun Nabi Saw dan Keutamaannya

 Masjid Quba: Masjid Pertama yang Dibangun Nabi Saw dan Keutamaannya

Masjid Quba

MASJID ini terletak di barat daya kota Madinah al-Munawwarah. Jaraknya sekitar empat kilometer dari Masjid Nabawi.

Di situlah para sahabat yang hijrah ke Madinah menetap sebelum Rasulullah mengambil tempat tinggal.

Sahabat Nabi yang pertama kali hijrah ke Madinah, setelah terjadi perjanjian Baitul-‘Aqabah di Mina, adalah Abdullah bin Ummi Makhtum dan Abu Salamah bin Abdul Asad al-Makhzuni. Kemudian, menyusul Mush’ab bin Umair. Mereka yang diutus Nabi lebih dahulu ke Madinah sebelum Nabi hijrah ke sana.

Diriwayatkan bahwa sebelum Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah, kaum muslimin yang lebih dahulu ke Madinah bermukim di daerah Quba, di kawasan Kabilah Bani Amar bin Auf. Setiap shalat, mereka selalu diimami oleh sahabat Nabi, Mush’ab bin Umair.

Sewaktu Nabi tiba di Madinah, beliau istirahat beberapa hari di daerah Quba ini. Rasulullah Saw tiba di Quba pada hari Senin. Pada hari Jumat Rasulullah meninggalkan Quba menuju kota Madinah. Di daerah Quba inilah Rasulullah disambut oleh kaum Anshar yang telah menantikan kedatangannya.

Selama di Quba Rasulullah membangun masjid yang dianggap sebagai masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah. Beliau sendiri yang mengangkat batunya, kemudian diikuti oleh para sahabat. Ketika itu, arah kiblatnya ke Masjidil-Aqsha.

Menurut sebagian besar para ahli, masjid inilah yang pertama didirikan, sebagaimana yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an surat at-Taubah ayat 108,

“…Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.”

Adapun lahan masjid itu pada awalnya adalah tempat penjemuran kurma, milik Kultsum bin al-Hadm bin Imri al-Qais. Rasulullah Saw sering mengunjungi masjid ini, shalat di sana, dan sebagainya. Sahabat yang menjadi imam di masjid ini adalah Mu’adz bin Jabal yang diangkat langsung oleh Rasulullah. Setelah Rasulullah wafat, para sahabatnya terus mengunjungi masjid itu.

Sejak pembangunan awalnya hingga kini, masjid itu terus diperbaiki dan dikembangkan, antara lain oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan khalifah berikutnya yang diawali dengan perluasan lahan tanah. Luas tanah yang awalnya berkisar 50 x 50 hasta diperluas lagi oleh pemerintah Arab Saudi, di masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdul Aziz, menjadi seluas 13.500 m².

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *